Selasa, 28 Januari 2014
Senin, 27 Januari 2014
Sejarah Desa Sagarahiang
SEJARAH
DESA SAGARAHIANG
Untuk
menggali sejarah dan melakukan penelitian
mengenai perkembangan sejarah dan kebudayaan di desa Sagarahiang saya melakukan
observasi secara bertanya atau mewancarai secara langsung kepada narasumber-narasumber
baik itu dari aparat desa, sesepuh atau masayarakat desa Sagarahiang yang di anggap lebih
mengetahui mengenai sejarah dan kebudayaan di Desa Sagarahiang dan dari
beberapa sumber-sumber lainya sehingga saya memperoleh beberapa informasi
mengenai sejarah dan pekembangan kebudayaan di Desa Sagarahing
A.
Sejarah
desa sagarahiang
Kali ini saya akan membahas tentang sejarah desa sagarahiang.
Setiap desa tentunya tidak akan pernah luput dari apayang namanya sejarah,
begitu pula dengan desa sagarahiang maka dati itu saya berusaha untuk menggali
sejarah desa sagarahiang ini dengan mewawanaearai orang tua yang bersangkutan dengan dengan
sejarah desa sagarahiang. Desa sagarahiang terletak di lereng gunung ciremai
tepatnya di Kec Darma Kab Kuningan Jawa Barat.
Dari informasi yang saya dapat dari
sesepuh desa sagarahiang timbul berbagai asumsi-asumsi yang berbeda namun ada
pula asumsi yang sama. Nah dari informasi yang saya dapat dari sesepuh desa
sagarahiang ini saya akan sedikit menceritakan tentang asal usul
desa sagarahiang
Sagarahiag
berasal dari dua kata yaitu sagara dan hiang. sagara artinya Laut dan Hiang
artinya kesiangan. jadi sagarahiang adalah laut / sagara yang kesiangan. dimana
konon zaman dulu di sagarahiang itu akan dibuat semacam Waduk akan tetapi
pembuatannya tidak selesai dengan batas waktu yang ditentukan, yang seharusnya
mesti selesai sebelum siang. gagal karena ada sesuatu yang terjadi dan konon
katanya pada saat pembuatan waduk tersebut terjadi sebut dikarnakan Nyi Hencet
sabau tidak menyeujui di buatnya sbuah waduk atau bendungan yang akn membendung
sungai Cibuluh nah Nyi Hencet sabau ersebut adalah nama seorang wanita yang
konon yang konon memegang kekuasaan di sungai cibuluh tersebut, nama Nyi hencetmeru
sabau tersebut di ambil dari sebuah tempat di di sekitar sungi Cibuluh yang
berbentuk menyerupai kelamin perempuan
nah hencet dalam bahasa sunda memiliki arti sebagai jenis kelamin
wanita.
Di desa
sagarahiang juga redapat sebuah situs yang merupakan bukti peninggalan sejarah
berupa berupa arca dan sandi atau formasi
batu batuan. Beberapa batu lingga mini,
lingga yoni dan batu yang dibentuk menyerupai binatang menjadi bukti dan
pelengkap situs ini.yang di duga pada jaman dahulu dugunakan sebagai tempat pemujaan untuk mengabdi kepada
leluhur. Dari informasi yang saya dapat
di Desa Sagaahiang pernah berdiri
sebuah kerajan kerajaan tersebut yaitu keraaan
saunggalah kuningan yang merupakan kerajaan cikal bakal kerajaan
kuningan Kerajaan Saungalah/Saunggaluh
didirikan sang Maharesi Demunawan atau Prabu Seuweukarma Rahyang tangkuku. Sang
Demunawan adalah cucu dari Prabu Kreti Kandayun pendiri kerajaan Galuh. Sang
Demunawan adalah tokoh agung yang sangat religius sehingga mendapat gelar MAHARESI
DIRAJA.
Sagarahiang
menurut informasi yang saya dapatkan dari pengurus desa dan masarakat yag
dianggap lebih mengetahui tentang
sejarah desa sagarahiang. Sagarahiang di perkrakan hingga saat ini kurang lebih
berusia sekitar 641 tahun. Kepengurusan desa Sagarahiang yag pertama konon
menurut apart desa sagarahiang kepla desa sagarahiang di pimpin oleh Bpk Bewu
dan konon Bapak Bewu memiliki garis keturunan dengan sang Maharesi Demunawan
atau Prabu Seuweukarma Rahyang tangkuku.
Di bawah
ini ada beberapa nama-nama yang pernah memimpin di Desa Sagarhiang yang dapat diketahui dari mulai pertama hingga sekarang:
1.Bpk.Bewu
2.Bpk.Aminta
disaster
3.Bpk.Warga
Santana
4.Bpk.Abdul
manap
5.Bpk.Aksum
6.Bpk.Husen
firdaus
7.Bpk.Afandi
8.Bpk.Saprudin
9.Bpk.nana awalilhana
di desa sagarahiang terdapat beberapa dusun yaitu:
di desa sagarahiang terdapat beberapa dusun yaitu:
1.Manis
2.Pahing
3.Wage
4.Kliwon
5.Puhun
6.Ciliwon
7.Jambu
Masing masing dusun di pimpin oleh
kepala dusun yang lebih akarab degan sebutan lurah Posisi desa sagaahiang
tepatnya berada di wilayah bagian barat kabupaten Kuningan dengan jarak 8 Km
dari kota kabupaten. Sagarahiang termasuk ke wilayah kecamatan Darma dengan
jarak 2 km mengarah ke utara berbatasan
langsung dengan wilayah kecamatan kadugede dan kesebelah utara berbatasan
dengan kecamatan Cigugur. Desa
Sagarahiang terletak di kaki gunung Ciremai seperti kota kabupatennya, yang
posisinya berada diantara perbukitan. Tepatnya berada diantara perbuitan
sehingga membuat suhu udaranya lebih dingin/sejukar dan masih jauh dari polusi
jika dibandingkan dengan suhu di kota kuningan. Perbatasan
desa sagarahiang ruang lingkupnya
antara lain; Di sebelah timur berbatasan
dengan desa Cisukadana, disebelah
tenggara dengan desa Ciherang, di sebelah selatan dengan desa Karangsari ,
sebelah barat daya dengan desa Gununsirah, sebelah utara dengan desa Puncak
B. Sistem
Pemerintahan Desa sagarahiang
Menurut tokoh masyarakat yang saya
wawancarai, pemerintahan Desa dari sagarhiang dulu dipimpin oleh seorang yang
disebut sebagai Kepala Desa, namun warga dikampung saya lebih familiar dengan
sebutan Kuwu.
Kepala Desa atau Kuwu dipilih oleh
masyarakat dengan cara pemilihan umum, seperti halnya pemilihan calon Bupati,
calon Gubernur ataupun pemilihan calon Presiden dan Wakil Presiden. Masa
jabarannya pun sama yakni selama lima tahun, Kepala Desa yang telah habis masa
jabatannya selama lima tahun boleh mencalonkan kembali sebagai calon Kepala
Desa untuk periode kedua. Namun setelah periode kedua berakhir, tidak bisa
mencalonkan lagi karena hanya diberi kesempatan dua periode tujuannya untuk
member kesempatan kepada masyarakat yang lain. Dusun dusun di desa sagarahiang
dipimpin oleh kepala dusun yag lebih pamiliar dengan seutan lurah.
C.
Keadaan Sosial Ekonomi Masyarakat Desa hiangsagara
Mayoritas
mata pencaharian penduduk Desa Sagarahiang adalah sebagai petani dan buruh
tani. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor, yaitu pertama karena sudah turun
temurun sejak dahulu masyarakat desa Sagarahiang bermatapencaharian sebagai
petani. Kedua, karena minimnya tingkat pendidikan masyarakat sehingga
masyarakat tidak memiliki keahlian lain dan tidak punya pilihan lain selain
menjadi petani ataupun buruh tani. Ke tiga masarakat desa sagarahiang
bermatapencaharian sebagai perantau dikota kota besar seperti Jakata, Bandung,
dan Yogyakarta untuk berdagang atau bahkan mnjadi buruh dikarnakan minimnya
pendidikan masyarakat sehingga tidak mmiliki keahlian.
Di
Desa Sagarahiang ada dua macam petani, yaitu petani asli dan petani garap.
Petani asli yaitu petani yang memiliki sawah sendiri dan menggarap sawah
tersebut dikerjakan oleh sendiri, tidak dikerjakan oleh orang lain. Sedangkan
untuk petani garap, yaitu petani yang menggarap sawah milik orang lain atau
bukan milik sendiri. Hal ini terjadi karena orang yang mempunyai sawah tidak
begitu mahir atau mereka merasasudah lebih cukup dalam menggarap sawah ataupun karena memiliki
pekerjaan lain sehingga tidak ada waktu untuk menggarap sawah. Pemilik sawah
tersebut mencari orang yang dirasa cukup mahir dalam menggarap menggarap
sawahnya agar hasil panennya lebih baik dan agar sawah miliknya tidak
terbengkalai karena tidak ada yang menggarap.
sebagian besar masarakatnya bermata
pencaharian sebagai petani sayuran. Uadara di sagarahiang sangat dingin, dan
tanah disagarahiang sangat subur sehinga masarakat memangpaatkanya dengan
menanam sayuran.syuar-sayuran dari desa saghiang merupakan sayuran terbaik
sayuran dari desa sagarahiang tidak hanya di pasarkan di pasar daerah saja,
tapi sayur sayuran dari desa sagarahiang juga mampu bersaing di pasar pasar di
kota-kota besar seperti Jakarta. Syuran yang di hasikan dari sagarahang
diantaranya; kubis,tomat,jahe, pecay,kentang,wortel,jagung,bawang daun, dan
lainya.jenis sayuran yng sangat di paporitkan dan di andalkan oleh orang-orang
sagarahiang adalah bawang daun. Di desa sagarahiang juga selain menanam sayuan
masarakat sagaahiang juga menanam padi meski padi bukan tanaman yang di
utamakan di desa sagarahiang. Masarakat desa sagarahiang menanam padi dalam
satu tahun hanya satu kalisaja itu saja itu pun di tanam di sawah sawah
tertentu saja yang di anggap kurang baik untuk di tanami sayuran.
Pada
tahun1970-an, para petani menggarap sawahnya dengan ditanami padi, ubi,
singkong, gandum, dan jagung. Keadaan pertanian di Desa Sagarahiang sangat
mengandalkan hujan (tanah hujan), sehingga jika pada masa penghujan sawah
mereka ditanami sayuran atau padi, sedangkan jika memasuki masa kemarau sawah
mereka ditanami jagung.
Dalam
menggarap sawahnya, petani masih menggunakan alat-alat tradisional dalam
menggarap sawah mereka, seperti alat untuk membajak sawah masih menggunakan
tenaga hewan seperti kerbau ataupun sapi. Untuk pupuk masyarakat masih
menggunakan pupuk putrmenyuburkan tanah dan tanaman mereka. Pupuk kandang ini
sangat sederhana, sehingga perkembangan tanaman terbilang lambat. Hal ini
sangat mempengaruhi penghasilan para petani. Irigasi di desa sagarahiang masih bagus,
karena sistem irigasi yang baik mamun masarkt belum memanpaatkanya dengan
maksial sehingga sehingga hasil pertnian
petani kurang maksimal. Namun masarakat bebelum maksimal dalam memangpaakan sawah mereka dengan maksimal dikarnakan
kurangna penetahuan.
Dengan
pemangpaatan yang kurang maksimal mengakibatkan hasil tani mereka tidak dapat
maksimal karena masih terbatas dalam penggarapannya. Hasil yang mereka dapat
hanya cukup untuk menggarap kembali sawah mereka dan untuk mencukupi kebutuhan
sehari-hari, bahkan jika petani yang hanya memiliki tanah sawah yang tidak
begitu luas, hasil yang didapat terkadang tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan
sehari-hari karena mereka juga harus mengeluarkan biaya untuk menggarap sawah
mereka selanjutnya. Untuk memenuhi kebutuhan mereka, tidak jarang mereka
bekerja sebagai buruh tani ataupun buruh bangunan untuk memenuhi kebutuhan
sehari-hari.
Masarakat
desa sagarahiang juga mangpaatkan kondisi alam yang meniliki poten si untuk
lahan pertanian masarakat dsa sagarahiang menanam tanaman sejenis buah buahan
yaitu buah kesemek yang lebh akarab dengan sebutan apael ganjen dikarnakan buah
itu di peram dengan menggunakan kapur
sehinga buah itu putih eperti di llumuri bedak/kapur bekas pemeraman yang
menempel desasagarahiang juga meiliki poensi untuk di jadikan sebuah agro
wisata, karna desa sagarahiang selain udara nya yang sejuk dan jauh dari polusi
sagarahiag juga memiliki siu yang memiliki nilai sejarah yag sangat besar.
Pada
sekitar tahun 1990 di desa sagarahiang perhutanni mnaakan pembaharan hutan dan
masarakt desaa sagarahiang memanpaatkanya dengan mengarap lhan perhutani
tersebut dengan mennami sayuran messki pda saat itu ahanya beberapa gelintir
oran saja yang sudah paham dalam penanaman sayuran seprti kentang, lol, dan
bawang daun saja sedangkan sisanya hanya menanam tanamn seperti kacang- kangan
saja atau bahkan jagung namun itu ternyaata awaldari tumbuhnya perekonomian di
desa sagarahiang, dan seidanya dapat
mengurangi pengangguran di desa sagarahiang.
Pertumbuhan
perekonoian di desa sagarahiag pada masa itu hanya tidak berlangsung lama
dikaranakan terjadi keriss moneter sehingga masakat desa sagarahiang kembalai
kesulitan menangani masalah perekonomian. Tak sedikit masarakat desa sagarahiang yang diperantowan mengalami
kebangkerutan angka pengagguran kembali
bertambah karna tak bisa terbendungkan.
Pada
awal tahun 2000-an masarakat desa sagaahiang terpaksa melakukan penjarahan
hutan karena menurut masarakat desa sagarahiang tidak memiiki jalan lain untuk
mengatasi kerisis ekonomi dan pengangguan di desa sagarahiang meski itu
melangar huum atau aturan. Semenjak itu perekonomian masarakat desa sagarahiang
kemblai tumbuh dan seiring tumbuhnya perekonomian masarakat desa sagarahing
masarakat desa sagarahiang juga mulai mengenal teknologi.
Desa
sagarahiang mulai tersentuh dengan
adanya kemajuan teknologi, tidak terkecuali kemajuan teknologi dalam bidang
pertanian. Sekarang petani sudah banyak menggunakan teknologi dalam menggarap
sawah mereka dan mulai meninggalkan alat-alat tradisional, seperti alat untuk
membajak sawah yang dulunya menggunakan tanaga hewan sekarang sudah menggunakan
tenaga mesin (traktor). Dengan menggunakan traktor pekerjaan membajak sawah
jauh lebih efisien dan cepat. Selain itu, dalam penggunaan pupuk yang dulu
masyarakat menggunakan pupuk kandang atau kompos sebagai pupuk andalan,
sekarang sudah banyak yang menggunakan pupuk kimia dari pabrik. Dengan
menggunakan pupuk kimia ini pertumbuhan tanaman padi jadi lebih baik, sehat,
dan cepat. Selain itu, juga ditambah dengan adanya sistem irigasi yang jauh
lebih baik sehingga para petani dapat lebih mudah menggunakan air. Sehingga
ketika musim kemarau tiba, petani masih bisa menggarap sawah mereka walaupun
debit air tidak sebanyak pada musim hujan.
Dengan
masuknya teknologi pertanian di Desa Sagaahiang memberi keuntungan tersendiri
bagi para petani terutama dari hasil sawah-sawah mereka jauh lebih maksimal. Penghasilan
masyarakat sagarahiang mulai meningkat. Kini hasil dari mereka bertani cukup
untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari, bahkan mereka bisa menyekolahkan
anak-anak mereka.
Seiring
berkembangnya teknologi dan perekonomian
di desa sagarahiang sagarahiang juga mulai di pedulikan oleh pemerintah
akses transportasi jalan dan pendidikan di desa sagarahiang juga mulai
meningkat seiring dengan kesadaran masarkakat dsa sagarahiang yang mulai sadar
akan pentingnya pendidikan. masarakat dsa sagarahiang mulai menyekolahkan anaka anak meka kejejnang
SMP,SMA bahkan Perguruan tinggi yang sebelumnya hanya masarakat yang di anggap
masarakat yang dihormati atau yang memiliki kecukupan harta untuk menyekolahkan
anak anak mereka.
Perhatian
pemerintah terhadap pendidikan sangat berpengaruh atas perkembangan pendidikn
di desa sagarahiang yang sebelumnya sangat minim. Terjadi peningkatan yang cukup derastis. pemerintah
juga membangun sebuah SMP di desa sagarahiang pada tahun 2004 selain itu juga
pemerintah mengdakan wajib belajar 9 tahun sehingga semakain mendudung
masarakat untuk menyekolahakan anak anaknya.
Kesadaran
masyarakat akan pendidikan tentu didi didukung dengan pertumbuhan ekonomi dalam
masarkat tersebut karan pertumbuhan pendidikan meningkat tentu karna didukun faktor
ekonomi yang semakin meningkat pula, keadaan sosial ekonomi masyarakat
Sagarahiyang semakin tumbuh dan
berkembang.
Sedangkan
pekerja buruh yang ada di Desa Sagarahiang sebagian besar menjadi buruh tani dan
perantouwan. Buruh tani sendiri bekerja membantu petani dalam mengerjakan sawah
mereka, biasanya tenaga mereka dibutuhkan untuk mencangkuli sawah atau
membersihkan tanaman petani yang membutuhkan jasa nya untuk membersihkan
tanamannya dari tanaman-tanaman pengganggu. Masa kerja buruh tani tidak
menentu, mereka bekerja jika ada yang membutuhkan tenaga mereka. Jika pekerjaan
mereka sudah selesai, mereka akan dibayar dan selanjutnya mereka menganggur
sampai ada yang menyuruh mereka untuk bekerja kembali.
Untuk
perantou sendiri keadaan ekonomi mereka nanpak sedikit berbeda di bandingkan
dengan buruh tani di kampong. Masayarakad desa Sagarahiang yang merantau ini
mereka bekerja di kota kota besar dengan berdagang, karyawan, dan sebagai
penjual jasa lainya karna anggapan masarakat desa sagarahiang baha dengan
merantau akan lebih mudah mendapatkan pekerjaan.
Mungkin
karna anggapan tersebut masaakat tergiur dengan upah kerja di kota besar dan
masarakat berpikir untuk meninggalakan pekerjaan yang sebelumnya dikarnakan
kebutuhan sehari –hari semakin meningkat, semntara upah yang mereka terima di
desa sangat rendah sehingga penduduk desa sagarahiang banayak yang melakukan
urbanisasi ke kota kota besar utuk mencai pekerjan yang lebih baik.
Harapan
masarakat desa sagarahiang dengan bekerja di kota besar mereka mendapat upah
yang besar dan bisa mencukupi kebutuhan mereka. Semua ini tntu karna didorong
dengan mulai berkembangnya pendidikan di dalam masyarakat. Mereka yang telah
lulus sekolah walaupun itu cuma SMP ataupun SMA merasa punya bekal cukup untuk
bekerja di kota. Sekarang tidak sedikit dari mereka yang bekerja menjadi buruh
di kota, keadaan ekonominya jauh lebih baik dan bisa mengangkat derajat hidup
mereka di masyarakat dan juga menyekolahkan anak-anak mereka ke jenjang yang
lebih tinggi.
D.
Keadaan Agama dan Budaya Masyarakat Desa Sagarahiang
Secara
keseluruhan masyarakat Sagrahiang beragama Islam. Untuk menunjang kegiatan
keagamaan, sejumlah masjid dan mushola berdiri di setiap dusun sebagai tempat
ibadah umat Islam. Kegiatan yang
dilakukan masyarakat desa sagarahiang bersifat kegiatan rutin. Kegiatan rutin
yang dilakukan adalah perayaan Maulid Nabi, Tadarus Al Quran pada bulan
Ramadhan, ulang tahin desa/babarit, dan halal bihalal, yasinan, keliwonan,
tujuh bulanan, tahlilan, dan masih banyak yang lainnya. Di sini kegiatan yang rutin di laksanakan yaitu
acaa babarit atau ulang tahuan desa yang merupakan acara yang sudah diwariskn
secara turuntemurun dari leluhur desa sagarahiangdi dalam perayaan acara ini
banyak susunan acara yang ada di daamnya, antara lain sebagai berikut;
1.
penembelihan kambing kendit yang biasanya di adakan pada
awal acara itu di mulai
2.
adanaya pemasangan tali injuk di setiap perbarasan
perbatasan desa sagarahiang
3.
adanya upcara adat yang di dalamnya ada persembahan tujuh tembang
kakawihan yang di tembangkan oleh rongeng jaipongan dan masih banyak kegiatan
–kegiatan yang biasa dilakukan dalam acara babarit ini. Dan konon upacara-upacara ini di selengarakan
sebagai bukti penghormatan pada leluhur pendahulu yang membngun desa
sagarahiang.
4.
Sebelumnya sebelum acara acara diatas masarakat juga suk
mengadakan penga umum, yaitu dengan mendatangkan seorang kiai untuk berceramah.
Sedangkan pengajian ini di tujukan sebagai bukti penghormatan, untuk mengenang
dan mendoakan arah pendahulu yang telah membangun desa sagarahiang.
Meskipun
kegiatan khaul ini belum lama berjalan namun antusiasme masyarakat desa
Saarahiang sangat tinggi. Terbukti
dengan banyaknya masyarakat yang datang menghadiri babarit ini dan seluruh
biaya untuk kegiatan ini bersumber dari hasil swadaya masyarakat Sagarahiang
itu sendiri. Halal bihalal sendiri dilakukan oleh masyarakat Sagaahiang dengan
mengadakan halal bihalal setiap satu tahun sekali setelah Bulan Ramadhan
berakhir atau pada Hari Raya Idul Fitri. Mereka mengadakan Halal bihalal dengan
tujuan untuk lebih mengeratkan tali silaturahmi di antara masyarakat dan demi
syiarnya agama Islam. Setiap kaum masjid atau mushola sangat antusias untuk
mengadakan pengajian Halal bihalal tersebut meskipun harus mengeluarkan biaya
yang tidak sedikit. Biaya untuk mengadakan Halal bihalal diperoleh dari swadaya
masyarakat atau kaum masjid/mushola tersebut. Kegiatan ini sudah mengakar dan
menjadi tradisi masyarakat Sagrahiang sehingga terus berjalan setiap tahunnya.
Adapun kegiatan rutin yang dilakukan adalah pengajian rutin setiap minggu yang
dilakukan secara bergiliran oleh masyarakat di setiap dusun yang ada di Desa
Sagarahiang. Hal ini dapat dilihat pada cara pengelolaan tanah, pengambilan
hasil hutan, dan acara-acara ritual yang bersifat tradisional.
Pengelolaan
tanah di Desa Sagarahiang sejak dulu sampai dibukanya jalur komunikasi dengan
wilayah luar masih menggunakan alat yang sederhana. Pengelolaan tanah masih
sering dihubungkan dengan hal-hal irrasional, misalnya, dalam kegiatan saat mau
menanam tanaman peranian. Dalam kegiatan penanaman pertanan masyarakat
Sagarahiang masih menggunakan cara-cara kejawen atau menggunakan kalender Jawa.
Setelah dibukanya jalur komunikasi dengan wilayah lain, hal-hal semacam itu
sedikit demi sedikit mulai ditinggalkan. Sebagian besar masyarakat Desa
Sagarahiang sudah memiliki televisi, bahkan akses internet juga sudah ada.
Sarana informasi yang sedemikian ini tidak mengherankan kalau perubahan
kebudayaan dapat berlangsung. Masyarakat Sagarahiang yang mengandalkan sektor
pertanian dari lahan kering sering mengalami kesulitan dalam pengambilan hasil
hutan seperti penebangan pohon. Adanya sarana informasi yang memadai keadaan
ini dapat diatasi
E.
Keadaan
Ekonomi masyarakat Desa Sagarahiang
Keadaan
Ekonomi masyarakat desa lebakwangi pada umumnya kalangan menengah kebawah, sebagian
besar masyarakat Sagarahiang bekerja sebagai petani sayuran, namun ada pula
yang berprofesi sebagai pedagang dan guru.
Langganan:
Komentar (Atom)